Rasulullah
Idolaku
Al kisah, di salah satu ruangan kelas sebuah sekolah (SMP) terjadi dialog
antara guru dengan siswa. Ketika itu guru bertanya kepada siswanya, siapakah
tokoh idola kalian? Salah seorang siswa mengacungkan tangan sambil menjawab: “Madonna
Pak!”, Siswa lain menjawab:” Lady Gaga, Pak!”, idolaku
“Michel Jackson!”, idola saya “Ariel Peterpan, Pak!” kalau saya “Cherrybelle,
Pak!” Suer, idolaku “Morgan Smash, Pak!” dan terakhir salah seorang siswa
nyeletuk sambil menjawab kalau idola saya mah itu tuh si Ratu Ngebor “Inul
Daranista” eh…… Maksud saya “Inul Daratista, Pak!”.
Sekelumit
kisah di atas, memberikan gambaran kepada kita bahwa kebanyakan yang dijadikan
tokoh idola kaum remaja (ABG) sekarang adalah dari kalangan artis dan selebritis.
Sehingga tak heran kalau yang digugu dan ditiru itu bukan gurunya di sekolah
tetapi artis yang dijadikan tokoh idolanya. Hal ini terlihat dari prilaku,
gaya, cara bicara dan cara berpakaiannya meniru dan menyerupai tokoh idolanya.
Dan yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi juga di kalangan remaja Muslim
kita.
Oleh karena
itu, kaum remaja terutama remaja Muslim perlu diingatkan untuk kembali
mengevaluasi diri, siapakah sebenarnya yang patut dijadikan tokoh
idolanya, Jangan sampai yang dijadikan idolanya itu tokoh yang berperangai
jelek, dan jauh dari Islam, hal ini bisa mempengaruhi orang yang
mengidolakannya, karena biasanya akan meniru prilaku, penampilan, gaya hidupnya
seperti tokoh yang diidolaknnya. Jika yang menjadi tokoh idolanya memiliki perangai
jelek, maka dihawatirkan orang yang mengidolakannya pun berprilaku jelek.
Tetapi lain halnya jika tokoh yang dijadikan idolanya memiliki akhlak
yang baik, maka kemungkinan besar orang yang mengidolakannya memiliki akhlak
yang baik juga. Bukan tidak boleh mengidolakan artis atau bintang film
(selebritis), boleh-boleh saja asal yang dijadikan idola kita itu memiliki
akhlak yang baik dan dapat dijadikan tokoh panutan yang baik.
Maka sebagai seorang Muslim sudah sepantasnya kita memilih tokoh yang akan
dijadikan idola itu orang yang memiliki akhlak yang baik. Dan orang yang ideal
dan pantas untuk dijadikan tokoh idola dan panutan kita sebagai Muslim
adalah junjunan Alam Nabi Besar Rasulullah Saw. (Nabi Muhammad Saw.).
Allah Swt.
Berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Ahjab ayat 21:
“Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu … “
Pada ayat tersebut Allah Swt. memerintahkan kepada kita sebagai Muslim
untuk menjadikan Nabi Muhammad Saw. sebagai idola atau contoh panutan yang baik (uswatun
hasanah) dalam kehidupan kita. Pribadi Rasulullah adalah pribadi yang
baik dan sempurna, maka sudah sepantasnyalah Rasulullah dijadikan tokoh idola
kita. Mudah-mudahan dengan menjadikan Rasulullah sebagai idola, prilaku kita
sehari-hari dapat meniru dan mencontoh prilaku Rasulullah Saw. dan
mudah-mudahan kita digolongkan sebagai umatnya yang akan mendapat syafa’atnya
nanti di akhirat.
Dari sekian
banyak prilaku Rasulullah yang harus kita tiru, ada beberapa prilaku yang
baik pada pribadi Rasulullah Saw. yang harus kita tiru dan tauladani khususnya
bagi remaja Muslim, yaitu diantaranya:
·
Rasulullah Saw. sejak kecil sudah menjadi yatim piatu, bahkan Rasulullah
tidak pernah melihat wajah ayahnya, karena ayahnya (Abdullah) sudah meninggal
ketika Rasulullah masih dalam kandungan ibunya (Siti Aminah). Dan Rasulullah
ketika dalam asuhan kakeknya (Abdul Muthalib) dan selanjutnya diasuh oleh
pamannya (Abu Thalib) sudah biasa hidup mandiri dengan mengembala kambing, dan
pada usia remaja sudah menjadi pedagang. Hal ini merupakan
pelajaran dari Rasulullah Saw. kepada kita untuk tabah, sabar, tegar, dan
tidak cengeng dalam menghadapi cobaan hidup, dan Rasulullah mengajarkan kepada
kita untuk membiasakan sejak kecil hidup mandiri (tidak menjadi beban orang
lain).
·
Rasulullah sejak kecil sudah dikenal memiliki akhlak yang baik, Rasul tidak
pernah berbohong, berzina, berjudi, mabuk-mabukan, atau perbuatan maksiat
lainnya, padahal masyarakat Arab pada waktu itu hidup dalam kemaksiatan, tetapi
Rasul tidak pernah terpengaruh. Sehingga karena pribadinya yang menawan baik
bagi kawan maupun lawan, Rasulullah diberi gelar Al-Amin (Orang
yang terpercaya) gelar yang tidak diberikan masyarakat Arab
sebelumnya dan sesudahnya. Gelar itu khusus bagi Nabi Muhammad saw. Hal ini
dapat dijadikan pelajaran bagi kita terutama sebagai remaja Muslim, untuk
memiliki mental dan keimanan yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan
prilaku jelek yang ada di lingkungan masyarakat kita. Dan Rasul mengajarkan
kepada kita untuk memiliki pribadi yang jujur (tidak
suka berbohong), amanah (terpecaya) dantawadhu (tidak
sombong), hormat kepada orang tua dan guru, menghargai sesama, sayang
kepada anak yatim dan orang-orang miskin.
Itulah
beberapa prilaku Rasulullah yang patut kita tiru dan suritauladani serta
terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari – sebagai umatnya yang senantias
cinta dan patuh melaksanakan ajaran-ajarannya,.

0 komentar:
Posting Komentar